Kamis, 02 April 2015

Relational Database Management System (RDBMS)

1.    Pengertian RDBMS
Relational Database sebenarnya adalah salah satu konsep penyimpanan data, sebelum konsep database relasional muncul sebenarnya sudah ada dua model database yaitu Network Database dan Hierarchie Database. Dalam database relasional, data disimpan dalam bentuk relasi atau tabel dua dimensi, dan antar tabel satu dengan tabel lainnya terdapat hubungan atau relationship, sehingga sering kita baca diberbagai literatur, database didefinisikan sebagai “kumpulan dari sejumlah tabel yang saling hubungan atau keterkaitan”. Nah, kumpulan dari data yang diorganisasikan sebagai tabel tadi disimpan dalam bentuk data elektronik di dalam hardisk komputer. Untuk membuat struktur tabel, mengisi data ke tabel, mengubah data jika diperlukan dan menghapus data dari tabel diperlukan software. Software yang digunakan untuk membuat dan mengelola database (membuat tabel, mengisi data, mengubah data dan menghapus data) disebut Relational Database Management System(RDBMS) atau sering juga disebut sebagai database engine. Sedangkan perintah yang digunakan untuk membuat tabel, isi, ubah dan hapus data disebut perintah SQL yang merupakan singkatan dari Structure Query Language. Jadi, setiap software RDBMS pasti bisa digunakan untuk menjalankan perintah SQL.
Sebenarnya fungsi RDBMS bukan cuma membuat tabel, mengisi data, mengubah dan menghapus data, untuk manajemen data dalam skala besar dan agar bisa mendukung proses bisnis yang continue dan real time suatu RDBMS dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen user dan keamanan data, backup dan recovery data serta kemampuan lainnya yang berkaitan dengan kecepatan pemrosesan data (performance).

2.    Sejarah RDBMS
Istilah RDBMS diperkenalkan oleh Edgar F. Codd pada makalah seminarnya yang berjudul "A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks". Salah satu definisi RDBMS yang cukup dikenal secara luas atas sebuah sistem basisdata relasional adalah 12 hukum Codd. Namun demikian, pada awal-awal implementasinya banyak model relasional yang tidak mengikuti seluruh elemen-elemen yang terdapat dalam hukum-hukum Codd tersebut yang menjadikan terminologinya berkembang untuk mendeskripsikan sebuah tipikal sistem basisdata yang lebih luas. Dalam cakupan yang minimum sistem tersebut memenuhi kriteria berikut:
menyajikan data pada pengguna dalam bentuk relasional (ditampilkan dalam bentuk tabular, sebagai koleksi dari tabel dimana setiap tabel berisi sekumpulan baris dan kolom) menyediakan operator relasional untuk memanipulasi data dalam bentuk tabular.
Sistem yang pertama kalinya yang secara relatif memenuhi implementasi atas sebuah model relasional adalah Pusat Studi Ilmiah IB, Inggris, di Peterlee; IS1 (1970-1972) dan implementasi lain yang mengikutinya PRTV (1973-1979). Sistem yang pertama kalinya dijual secara komersil sebagai RDBMS adalah Multics Relational Data Srore pada tahun 1978. Yang lainnya adalah Berkeley Ingres QUEL dan IBM BS12

3.    Pemanfaatan RDBMS
Ada beberapa ketidaksepahaman terhadap definisi atas "relasional" dari DBMS. Definisi yang paling populer dari sebuah RDBMS seringkali dianggap kurang tepat, beberapa kalangan berargumentasi bahwa penyajian data sebagai kumpulan baris dan kolom sudah cukup memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah RDBMS. Sebuah sistem basisdata dikatakan memenuhi kriteria sebagai RDBMS apabila memenuhi hukum-hukum yang ditetapkan dalam 12 hukum Codd, namun pada kenyataannya justru kebanyakan sistem basisdata tidak mendukung sepenuhnya implementasi hukum-hukum Codd tersebut.
Kalangan lainnya beranggapan apabila sebuah sistem basisdata tidak mengimplementasikan keseluruhan hukum-hukum Codd tersebut, maka sistem tersebut tidak dapat disebut sebagai relasional. Pandangan seperti ini, yang banyak diterima oleh para teoritis dan kalangan-kalangan lainnya yang memegang teguh prinsip-prinsip Codd, tentunya akan mendiskualifikasikan banyak sistem basisdata yang ada saat ini tidak murni relasional. Dalam kenyataannya, sistem basisdata yang menggunakan SQL (Structured Query Language) untuk mengakses dan memodifikasi data tidak bisa dikatakan sebagai RDBMS menurut definisi ini. Sementara itu, para pendukung atas sistem basisdata yang ada menyebutkan sebuah sistem basisdata yang menerapkan hanya beberapa dari hukum-hukum Codd tersebut disebut sebagai Sistem Manajemen Basisdata Semi-Relasional/Pseudo-Relational Database Management Systems (PRDBMS). Untuk sistem manajemen basis data yang sepenuhnya menerapkan hukum-hukum Codd tersebut selanjutnya disebut sebagai Sistem Manajemen Basisdata Murni-Relasional/Trully-Relational Database Management Systems (TRDBMS).
Saat ini, hampir seluruh RDBMS yang ada menerapkan SQL sebagai bahasa query namun juga menyediakan dan mengimplementasi beberapa alternatif lainnya. Alpora Dataphor adalah RDBMS yang tersedia secara komersil yang mengikuti secara penuh ke dua belas hukum-hukum Codd tersebut, dan kedua kelompok mengenalnya sebagai RDBMS.
Keluhan yang muncul dan dikenal secara umum terhadap keberadaan RDBMS adalah kenyataan bahwa implementasi yang ada saat ini dipandang sebagai terlalu statis. Spekulasi bermunculan terhadap kemungkinan untuk membuat sebuah sistem basisdata generasi baru yang menggunakan model relasional secara dinamis dengan kolom yang bisa dibuat secara dinamis, ukuran yang berkembang secara dinamis, didefinisikan secara dinamis. Setiap baris dapat diimplementasikan sebagai map (kamus ataupun larik asosiatif) dan kolom-kolom yang tidak dikenal secara sederhana disajikan sebagai field kosong. Beberapa kalangan menganggap hal ini menyalahi model relasioal murni, namun kalangan lain menyanggah bahwa sebuah penggunaan map hanyalah sebagai detil implementasi saja. Sehingga dalam pandangan ini, sebuah kolom yang tidak ditemukan/tidak ada secara sederhana hanyalah dipandang sebagai perihal interpretasi dan dianggap sebagai pilihan cara penyajian saja.

Sekian, semoga bermanfaat J

Structured Query Language (SQL)

1.    Pengertian SQL
SQL (Structured Query Language) adalah bahasa query yang standar yang digunakan sebagai suatu bahasa sederhana dan dasar, yang memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan database, membaca, menulis, menghapus dan memperoleh informasi yang berguna dari database.
2.    Sejarah SQL
Bahasa ini dibangun dengan dasar aljabar relasional dan sedikit kalkulus relasional. Pada tahun 1992 telah ditetapkan standar awal dalam bahasa SQL, terutama menyangkut sintaksnya (tata bahasa), yang kemudian dikenal dengan SQL-92. Dalam perjalanannya, karena adanya kebutuhan-kebutuhan baru dalam pengelolaan data, masing-masing pembuat DBMS melakukan pengembangan sendiri yang akhirnya melahirkan varian-varian SQL. Oleh karena itu, meskipun secara prinsip sama terkadang kita harus menuliskan ekspresi yang sedikit berbeda antara DBMS satu dengan yang lainnya.
SQL (Structured Query Language) digunakan sebagai antarmuka dalam pengelolaan data. SQL merupakan bahasa yang komprehensif untuk basis data, sehingga dibuat standar untuk bahasa SQL oleh ANSI (American National Standard Institute) dan ISO (International Standard Organization). Di dalamnya terdapat perintah untuk pendefinisian data, melakukan query dan update terhadap data. Perintah tersebut dikelompokkan dalam dua istilah: DDL (Data Definition Language) dan DML (Data Manipulation Language). Kebanyakan vendor dari RDBMS menggunakan SQL dari ANSI/ISO, tetapi beberapa vendor RDBMS memasukkan beberapa perintah tambahan sebagai fitur dari produknya. Di antaranya adalah fitur untuk pemberian hak akses terhadap data ataupun untuk maintenance.

3.    Data Definition Language (DDL)
Data Definition Language (DDL) adalah struktur basis data yang menggambarkan desain basis data secara keseluruhan yang dispesifikasikan dengan bahasa khusus. DDL berkaitan dengan perintah-perintah untuk pendefinisian objek-objek basis data. Salah satu objek basis data yang terpenting adalah tabel. Dengan bahasa inilah kita dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel dan menentukan struktur penyimpanan tabel. Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut kamus data (Data Dictionary). DDL ini biasa digunakan oleh kelompok pemakai yang berperan sebagai administrator basis data. Statement dalam DDL ini terdiri dari statement create, drop dan alter.
a.    Statement Create
Statement create digunakan untuk menciptakan database, tabel ataupun indeks yang baru. Statement create menciptakan sebuah objek di dalam sebuah RDBMS. Tipe objek yang diciptakan tergantung jenis RDBMS yang digunakan. Berikut adalah struktur penggunaan sintaks create dalam SQL :
Create database         : CREATE DATABASE nama_db;
Create table                : CREATE TABLE
nama_tabel (nama_kolom1 type_kolom1,…);
Create index               : CREATE [UNIQUE] INDEX nama_index
ON nama_tabel (nama_kolom);
Create view                 : CREATE VIEW view_name [(column1, column2, )]
AS SELECT statement FROM table_name   [WITH CHECK OPTION];
b.    Statement Drop
Statement drop digunakan untuk menghapus database, table, index ataupun view yang ada. Statemen drop akan menghapus sebuah objek dalam RDBMS. Berikut adalah struktur penggunaan sintaks drop dalam SQL :
Drop database : Drop database nama_db;
Drop table       : Drop table nama_table;
Drop index      : Drop index nama_index;
Drop view        : Drop view nama_view;
c.    Statement Alter
Statement alter digunakan untuk mengubah struktur data dari sebuah objek di dalam sebuah RDBMS. adalah struktur penggunaan sintaks alter dalam SQL :
Alter table : ALTER TABLE nama_table
ADD (nama_kolom_baru type_kolom [BEFORE nama_kolom])
MODIFY (nama_kolom_lama type_kolom)
DROP (nama_kolom_lama type_kolom);

4.    Data Manipulation Language (DML)
DML (Data Manipulation Language) yaitu bahasa / perintah sql yang digunakan untuk memanipulasi data seperti menampilkan data, menambah /mengisi data, mengubah data dan menghapus data. Yang termasuk dalam perintah ini adalah statement insert, update, delete dan select.
a.    Statement Insert
Statement insert digunakan untuk menambahkan / menginputkan data ke  dalam tabel. Sintak secara umum adalah seperti berikut:
INSERT INTO Nama_Tabel(Daftar_Kolom) VALUES (Daftar_Nilai)
Yang perlu diperhatikan dalam perintah insert adalah sebagai berikut:
-       Jika tipe data yang akan diinputkan berupa string / karakter (Char, Varchar, Text) maka gunakan tanda petik tunggal untuk mengapit data tersebut.
-       Jika tipe data numerik / angka (Int, Numeric, Decimal) maka tidak boleh menggunakan tanda petik tunggal.
-       Jika tipe data Datetime maka gunakan petik tunggal dengan format ‘mmdd-yyyy’ (untuk setting tanggal Inggris/Amerika) atau ‘yyyy-mm-dd’.
-       Jika data autonumber maka data tidak perlu diisi.
b.    Statement Update
Di dalam database, statement update digunakan untuk mengubah data dari sebuah record di dalam tabel. Sintaks update dalam SQL adalah sebagai berikut :
UPDATE table_name SET column_name = value [, column_name = value ...] [WHERE condition]
c.    Statement Delete
Statement delete digunakan untuk menghapus sebuah record dalam sebuah tabel. Untuk menghapus record tertentu dalam sebuah tabel, kita dapat menggunakan kondisi. Berikut adalah sintaks delete dalam SQL :
DELETE FROM table_name [WHERE condition]
d.    Statement Select
Statement select digunakan untuk menampilkan data dalam tabel. Secara umun sintaknya adalah sebagai berikut:
SELECT Daftar_Kolom FROM Nama_Tabel
Berikut adalah beberapa penerapan select dengan kondisi berbeda :
-       Select dengan klausa where
Where digunakan untuk membatasi hasil select yang ditampilkan sesuai kondisi yang ditentukan. Secara umum sintaknya adalah sebagai berikut:
SELECT Daftar_Kolom FROM Nama_Tabel WHERE Kondisi
-       Select dengan klausa distinct
Distinct digunakan untuk menampilkan data secara unik artinya data yang sama hanya akan ditampilkan satu kali saja. Secaraumum sintaknya adalah sebagai berikut:
SELECT DISTINCT [Kolom] FROM Table
-       Select dengan klausa between dan not between
Between digunakan untuk menampilkan data dalam nilai range tertentu (diantaranya). Between hanya perlaku pada bilangan dan tanggal. Secara umum sintaknya adalah sebagai berikut:
SELECT [Daftar_Kolom] FROM Table WHERE Kondisi BETWEEN
Batas_Bawah AND Batas_Bawah
-       Select dengan klausa top
Top digunakan untuk menampilkan beberapa data paling atas dari hasil perintah select. Secara umum sintaknya adalah sebagai berikut:
SELECT TOP n [Daftar_Kolom] FROM Table
-       Select dengan klausa is null dan is not null
Is null digunakan untuk menampilkan data – data null (tidak memiliki data). Null berbeda dengan 0 atau spasi. Secara umum sintaknya adalah sebagai berikut:
SELECT * FROM Mahasiswa WHERE Alamat IS NULL
-       Select dengan klausa order by
Order by digunakan untuk mengurutkan data dari hasil perintah select. Pengurutan dapat dilakukan secara ascending (menaik) atau descending (menurun). Default-nya adalah secara ascending. Secara umum sintaknya adalah sebagai berikut:
SELECT * FROM Mahasiswa ORDER BY NIM ASC
-       Select dengan kolom alias
Nama kolom hasil dari perintah select dapat diganti namanya. Secara umum sintaknya adalah sebagai berikut:
SELECT kolom1 AS Alias1, Kolom2 AS Alias2,…dst FROM Table

Sekian, semoga bermanfaat guys :)

Rabu, 01 April 2015

About Me

Alumni Tel-U 2010 jurusan Manajemen Informatika (Database Development).
Sedang melanjutkan study di Binus University (Information System).
Kerja di salah satu perusahaan di Jakarta, tepatnya di Telekomunikasi Indonesia > Telkom Akses > iBrite.

Salam kenal :)


Postingan Lebih Baru Beranda

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Translate

Followers

 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger

Blogger Wordpress Gadgets